Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryDec 26, '08 8:35 PM
for everyone

Cinta adalah perasaan ingin disenangkan pasangan

Pasangan adalah milik pribadi yang harus menyenangkan

Pasangan tidak menyenangkan harus dimusuhi dan dicemburui

Itukah cinta ataukah ego yang terbungkus rapi…?

Egois adalah kalimat untuk orang lain , bukan untuk diri sendiri

Ketika orang lain memaksakan kehendak pada kita

Yang mengalahkan ego kita karena kalah daya dan kalah kuasa

Kita terlalu indah untuk disalahkan

Orang lainlah yang harus selalu salah dan egois

Tidak egoiskah itu…? Atau ego yang terbungkus kelemahan…?

Kelemahan adalah pilihan untuk selalu kalah

Ketika kalah , kita akan membuat alasan

Alasan dibuat untuk menutupi kesalahan

Ketika semua alasan tidak bisa diterima

Kesalahan akan kita buat indah dengan mengatakan : manusiawi

Manusiawi-kah manusia…?  Mengapa saling berbeda…?

Manusiawi adalah kata yang diucapkan ketika melakukan kesalahan

Karena kesalahan kita harus terlihat wajar

Tidak diucapkan ketika melakukan hal dianggap benar

Karena benar yang dilakukan adalah kehebatan diri

Terlepas dari manusia yang lain dirinya lah yang hebat

Ketika kehebatannya tidak diakui orang lain terjadilah kekecewaan

Manusiawikah kalau kita selalu haus pujian…?

Kecewakah ketika orang tidak memuji kita…?

Kecewa muncul ketika keinginan dan kepentingan terhalangi

Kecewa muncul ketika gagal memaksakan apa yang kita mau

Bisakah untuk menutupi kekecewaan kita gunakan kata tawakal..?

Atau kita dengan memaksakan diri berusaha pasrah..?

Kekecewaan berkepanjangan akan menimbulkan perasaan marah

Marah muncul ketika kita merasa dirugikan

Marah tertuju pada siapapun atau apapun

Marah menimbulkan perlawanan

Perlawanan marah yang kalah akan menimbulkan ketidakberdayaan

Ketidakberdayaan menimbulkan kesedihan

Manusiawikah kita…?

Ketika Allah SWT berfirman orang beriman jangan bersedih hati

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu

Kita membangkang dengan selalu menikmati marah dan sedih…

Lebih tahukah manusia daripada Allah SWT mengetahui

Manusiawikah kita…? Atau kita merasa tuhan untuk diri sendiri…?

Kesedihan perlu teman dengan alasan curhat…

Kemarahan perlu teman dengan alasan curhat…

Kebencian perlu teman dengan alasan curhat…

Curhat adalah sarana untuk berbagi kebencian , kesedihan , kemarahan

Agar teman membenci orang  yang sama dengan orang yang kita benci

Agar teman marah pada orang  yang sama dengan orang yang kita marahi

Agar terlihat indah curhat diberi nama lain yaitu ventilasi

Lalu apa bedanya sifat kita dengan sifat iblis

Karena di kutuk ingin mengajak teman agar sama-sama di kutuk

Benarkah kita khalifah di muka bumi…?

Khalifah yang mampu memimpin diri sendiri dan alam…?

Khalifah yang memiliki kesadaran manusiawi-Nya…?

Manusia yang hidup berdasarkan kacamata Sang Maha Mengetahui…?

Benarkah…?

                     Benarkah…?

                                          Benarkah…?

 

                                                                     Kang Dicky

 


18 CommentsChronological   Reverse   Threaded
sinonce wrote on Dec 27, '08
benaaaaaaaaaaaaaaaaaaar

neng Nona sono yeuh jang
dickyzainal wrote on Dec 28, '08
He..he..he..kamana wae neng ..? geura balik atuh...
kangbintang wrote on Dec 28, '08
Leureus pisan.
pscionic wrote on Dec 28, '08
Kang minta izin copy-paste
pusaku wrote on Dec 29, '08, edited on Dec 29, '08
sebenarnya setiap masalah yang muncul adalah berasal dari diri sendiri, dari ego dan emosi yang meluap... jadi intinya adalah kita harus dapat menjadi boss dari ego dan emosi kita agar mereka ada dibawah kita... dengan demikian, maka kita akan lebih ikhlas menjalani hidup, dan ketika kita mampu ikhlas maka tidak ada rasa kecewa, sedih, marah, sakit hati dll... semua terasa datar dan tak berasa... semua biasa saja... kegagalan adalah biasa... dan kita melakukan sesuatu karena kita memang ingin melakukannya bukan karena haus pujian... bukankah begitu inti kehidupan... jadi egois adalah masalah setiap orang yang belum mampu mengendalikannya...curhat adalah hal biasa yang dilakukan untuk sekedar berbagi rasa bukan untuk mencari masa ... sekedar ingin ada yang mendengarkan... selanjutnya terserah anda...menurutku si gitu... he he he ...
dickyzainal wrote on Dec 29, '08
pusaku , begitukah pusaku...? kalau begitu..kalau dicuekin jangan ngambek yaa...kalau sekedar ingin ada yang mendengarkan mah ..itu egois juga atuh..
dickyzainal wrote on Dec 29, '08
pscionic , mangga , sebarkan saja , itu bukan saduran kok .
pusaku wrote on Jan 2, '09
he he he... dicuekin si ga ngambek ... kan emang sudah biasa dicuekin ... dah biasa dianggep ga ada he he he... jadi ya emang gitu seh ...btw, kalau sekedar ingin didengarkan itu egois... gimana kalau sekedar untuk bahan diskusi he he he... sometimes... kita curhat kan untuk mengekpresikanyang terpendam, jadinya plong gitu setelahnya, trus kadang berlanjut ke diskusi ya dari diskusi maka ada input masuk sebagai bahan pertimbangan untuk ngedapetin solusi gitu... btw, dulu seh hobi curhat... tapi sekarang se hampir ga pernah... soalnya sebenernya kita ga perlu perlu amat curhat he he he ... anyway, terserahlah mau disebut egois... hmmmm memang egois itu masih ada ... he he he ...
pusaku wrote on Jan 3, '09, edited on Jan 3, '09
tiba tiba satu pemikiran muncul saat sedang berjalan jalan di kerumunan masa senja ini... curhat adalah kependekan dari curahan hati. Curahan hati bisa berbentuk puisi, artikel, cerita, tanya jawab, karangan, diskusi dan lain sebagainya yang merupakan hal-hal baik yang terucap maupun tercurah lewat tulisan yang merupakan hal sehingga terjadi tercurahnya isi hati yang selanjutnya disebut curahan hati atau diperpendek menjadi curhat. Jadi menurut pemikiran saya, sebenarnya dalam forum ini pun juga bisa disebut curhat karena disini kita bisa mencurahkan isi hati baik dalam bentuk dialog, diskusi, tanya jawab dan atau yang lainnya... so,... curhat bisa pula berarti positif berbagi pengalaman, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya dan bukan selalu bermakna egois dan juga tidak selalu berarti sarana berbagi kebencian, kemarahan, dan kesedihan, ... mohon maaf dengan segala keterbatasan pengetahuan yang saya miliki, saya hanya sekedar berpikir dan ingin mencurahkan pemikiran dan isi hati saya disini ... yang selanjutnya disebut curahan hati ato singkatnya curhat, ...hmmm, demikian saja ... kiranya bisa diterima... dan kiranya sekian dulu ya ... he he he ...:-)
tulus90 wrote on Jan 3, '09
kang, kalau curhatnya nyaritakeun pas senang2xnya kita kumaha tah kang? apakah bisa jadi kita mamanas batur ameh bisa seneng2x jiga urang saat jeung si dia?
dickyzainal wrote on Jan 4, '09
Pusaku , curhat memang singkatan curahan hati , tapi definisi hati itu apa sih ? apakah hati bisa berpikir ? ataukah hati itu sekedar tumpukan emosi ? kalau kata akang sih sebaiknya mendingan dibaca bolak balik itu " benarkah " , jangan dibaca cuma sekali , terus renungkan biar betul betul mengerti . Diskusi berbeda jauh dengan curhat , karena kalau curhat harus dibenarkan oleh orang yang kita curhati , kalau diskusi bisa malah jadi debat .
dickyzainal wrote on Jan 4, '09
tulus90 , maksudna nyaritakeun kasenangan urang ngarah batur sirik kitu ?
fusionlante wrote on Jan 4, '09
nyambung tulus90, sebenarna mah agar batur ngilu senang or dapat pelajaran meren kang, kalo kayak gitu gimana kang?
pusaku wrote on Jan 4, '09, edited on Jan 4, '09
Cinta adalah perasaan ingin disenangkan pasangan

**Iya, tapi tidak selalu sebab bergantung pada keadaan. Pada kenyataannya Cinta berarti memberi dan tak harap kembali… Cinta adalah cinta, sedangkan perasaan ingin disenangkan pasangan adalah hal yang berbeda, yaitu ego ingin disenangkan dan bukan cinta

Pasangan adalah milik pribadi yang harus menyenangkan

**Tidak. Pasangan adalah pendamping yang berjalan seiring sejalan, tidak ada yang lebih tinggi dan atau yang lebih rendah, tidak ada yang jalan di belakang dan tidak ada yang jalan di depan, tetapi mereka bersama-sama bergandeng tangan. Pendamping adalah seseorang yang harus kita terima apa adanya, apakah itu menyenangkan dan ataukah itu tidak, karena pada kenyataannya akan lebih banyak yang tidak menyenangkan daripada yang menyenangkan dan semua itu harus ikhlas kita terima sebab cinta adalah memberi dan tak harap kembali

Pasangan tidak menyenangkan harus dimusuhi dan dicemburui

**Tidak. Sebab menjadi hak setiap orang untuk menjadi menyenangkan atau tidak, jadi tidak ada alasan untuk memusuhi dan atau mencemburui. Kata “menyenangkan” sendiri adalah relative, tidak berarti sama pada setiap orang. Seseorang mungkin merasa sudah menjadi orang yang menyenangkan tetapi ternyata menurut kacamata orang lain dia sama sekali tidak menyneangkan. Jadi tidak perlu memusuhi dan mencemburui orang yang menurut pemikiriran kita “tidak menyenangkan”

Itukah cinta ataukah ego yang terbungkus rapi…?

**Cinta seperti yang tergambar pada 3 line pertama "benarkah" di atas adalah ego sebab cinta berarti “memberi dan tak harap kembali”

Egois adalah kalimat untuk orang lain , bukan untuk diri sendiri

**Ada beberapa orang yang berani mengakui bahwa dirinya egois, jadi untuk orang tersebut, maka kalimat diatas tidak berlaku sebab dia sadar bahwa dirinya punya ego dan kadang bersikap egois.

Ketika orang lain memaksakan kehendak pada kita
Yang mengalahkan ego kita karena kalah daya dan kalah kuasa

**Ya, saya setuju.

Kita terlalu indah untuk disalahkan
Orang lainlah yang harus selalu salah dan egois

**Tidak. Sebab sebagian besar masalah yang terjadi adalah muncul karena kesalahan kita sendiri. Kenapa? Karena diri kita terbebani dengan harapan dan keinginan terhadap orang-orang di sekitar kita, sedangkan yang terjadi adalah diluar harapan dan keinginan kita. Orang-orang di sekitar kita tidak salah, yang salah adalah kita sebab kita belum mampu melepas beban dan mengendalikan emosi sehingga timbul masalah.

Tidak egoiskah itu…? Atau ego yang terbungkus kelemahan…?

Kelemahan adalah pilihan untuk selalu kalah
Ketika kalah , kita akan membuat alasan
Alasan dibuat untuk menutupi kesalahan
Ketika semua alasan tidak bisa diterima

**Kelemahan bukan pilihan karena bila kita mau berjuang, kita bisa membuat kelemahan menjadi satu kelebihan dan pada dasarnya dalam diri setiap manusia pasti ada kelemahan dan kelebihannya.
Kekalahan adalah wajar sebab di dunia ini tentu harus ada yang kalah dan menang bergantung pada usaha masing-masing.

Kesalahan akan kita buat indah dengan mengatakan : manusiawi
Manusiawi-kah manusia…? Mengapa saling berbeda…?
Manusiawi adalah kata yang diucapkan ketika melakukan kesalahan

**Benar, tetapi tidak selalu. Manusiawi tidak selalu digunakan ketika kita melakukan kesalahan. Namun ketika manusia berbuat salah itu adalah manusiawi sebab manusia tidak selalu benar dan melalui kesalahan kita belajar untuk menjadi benar di lain hari

Karena kesalahan kita harus terlihat wajar
Tidak diucapkan ketika melakukan hal dianggap benar
Karena benar yang dilakukan adalah kehebatan diri
Terlepas dari manusia yang lain dirinya lah yang hebat
Ketika kehebatannya tidak diakui orang lain terjadilah kekecewaan
Manusiawikah kalau kita selalu haus pujian…?

**Kebenaran adakah kebenaran. Kehebatan adalah hal lain yang berbeda. Karena seseorang yang benar belum tentu hebat. Dan orang yang dianggap hebat belum tentu benar.

Kecewakah ketika orang tidak memuji kita…?
Kecewa muncul ketika keinginan dan kepentingan terhalangi
Kecewa muncul ketika gagal memaksakan apa yang kita mau
Bisakah untuk menutupi kekecewaan kita gunakan kata tawakal..?
Atau kita dengan memaksakan diri berusaha pasrah..?
Kekecewaan berkepanjangan akan menimbulkan perasaan marah
Marah muncul ketika kita merasa dirugikan
Marah tertuju pada siapapun atau apapun
Marah menimbulkan perlawanan
Perlawanan marah yang kalah akan menimbulkan ketidakberdayaan
Ketidakberdayaan menimbulkan kesedihan
Manusiawikah kita…?

**Kecewa, marah dan sedih terjadi karena beban keinginan dan harapan terhadap lingkungan dan orang-orang di sekitar kita yang belum mampu kita lepaskan dan karena kita belum sepenuhnya ikhlas menjalani kehidupan kita dengan segala hal yang ada di dalamnya.
Dan tidak untuk setiap yang kita lakukan memerlukan pujian, karena bila kita ikhlas kita tidak butuh pujian karena kita memberi dan tak harap kembali

Ketika Allah SWT berfirman orang beriman jangan bersedih hati…
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu…
Kita membangkang dengan selalu menikmati marah dan sedih…
Lebih tahukah manusia daripada Allah SWT mengetahui…

**Benar, saya setuju.

Manusiawikah kita…? Atau kita merasa tuhan untuk diri sendiri…?
Kesedihan perlu teman dengan alasan curhat…
Kemarahan perlu teman dengan alasan curhat…
Kebencian perlu teman dengan alasan curhat…
Curhat adalah sarana untuk berbagi kebencian , kesedihan , kemarahan
Agar teman membenci orang yang sama dengan orang yang kita benci
Agar teman marah pada orang yang sama dengan orang yang kita marahi
Agar terlihat indah curhat diberi nama lain yaitu ventilasi
Lalu apa bedanya sifat kita dengan sifat iblis…
Karena di kutuk ingin mengajak teman agar sama-sama di kutuk…
Benarkah kita khalifah di muka bumi…?
Khalifah yang mampu memimpin diri sendiri dan alam…?
Khalifah yang memiliki kesadaran manusiawi-Nya…?
Manusia yang hidup berdasarkan kacamata Sang Maha Mengetahui…?
Benarkah…?
Benarkah…?
Benarkah…?

**Curhat yang merupakan kependekan dari curahan hati adalah seperti yang saya jelaskan sebelumnya. Namun kata “curhat” yang telah terbentuk dalam masyarakat memiliki konotasi perubahan makna yang berbeda dengan kata “curahan hati” yang merupakan kepanjangan kata “curhat”. Jadi sah-sah saja kalo curhat disebut sebagai sarana berbagi kesedihan, kemarahan dan kekecewaan. Namun kalimat bahwa “kalau curhat harus dibenarkan oleh orang yang kita curhati” adalah tidak selalu benar. Sebab ketika kita mencurahkan isi hati akan apapun yang menjadi masalah kita, maka tidak ada paksaan apakah orang yang kita curhati setuju atau tidak dengan curhatan kita. Kalau dia setuju mungkin karena keduanya memiliki konsep pemikiran yang sama, sedang kalau dia tidak setuju, kita harus menghargai ketidak setujuan dia karena dia memiliki konsep pemikiran yang berbeda. Dan mungkin kita bisa mengambil input dari sisi pendapat dia yang berbeda dan atau yang tidak setuju dengan curhatan kita dan dari situ kita bisa belajar dan siapa tahu ketidaksetujuan dia benar.

Buat saya curhat juga berarti diskusi meskipun makna curhat jauh lebih rendah dari diskusi. karena ketika saya curhat, maka pada saat yang bersamaan saya akan diskusi untuk dapat input dan akhirnya bisa menemukan solusi. Tapi karena sudah terjadi perbedaan makna curhat dari kata aslinya curahan hati maka akan lebih baik kalau istilah curhat tidak lagi digunakan karena mengandung makna ambigu dari kata aslinya, itu menurut pemikiran saya.

Hati adalah tumpukan emosi dan hati tidak bisa berpikir. Saya setuju. Lalu apakah curhat jadinya Curahan tumpukan emosi ... menurut pendapat saya hati memang tidak bisa berpikir dan hanya merupakan tumpukan emosi, namun ketika kita curhat, yang keluar bukan hanya tumpukan emosi namun juga curahan pikiran karena ketika kita berbicara kan kita tidak hanya menggunakan hati tetapi juga menggunakan pikiran.

Mohon maaf atas tanggapan yang panjang. Hal ini dilakukan karena permintaaan untuk membaca “benarkah” tidak hanya sekali tetapi berulang-ulang dan permintaan itu dilakukan karena ada kepedulian. Jadi dari pada capek baca berulang-ulang mendingan diulas satu persatu, jadi lebih paham. Dan saya hanya ingin berpendapat bahwa akan lebih baik bila sisi positif lebih dimunculkan daripada sisi negative karena berpikir positif akan sesuatu hal lebih baik daripada melihat sesuatu dari sisi negative. Sekian dan salam.

Btw, tidak marah kan … he he he … kan dalam dialog atau diskusi tidak selalu harus disetujui dan berakhir dengan kesamaan he he he … Maaf dengan jiwa pemberontak yang muncul namun saya hanya ingin melihat hal ini dari sisi yang berbeda … karena perbedaan itu indah dan dari situ kita bisa banyak belajar dan mengambil makna… jadi walau berbeda tapi tetap satu ... seperti Bhineka Tunggal Ika... Oke de… salam selalu …
fusionlante wrote on Jan 9, '09
kang, kalau menghibur orang lain dengan cerita tentang pekerjaan kita gmn? bukankah pekerjaan kita akan lebih baik jika orang lain or tangan kiri kita tidak tahu
dickyzainal wrote on Jan 25, '09
Untuk semuanya , Blog ini adalah untuk menguji kita semua agar kita bisa melihat dengan berbagai macam sudut pandang dan sisi . Akang sengaja menggunakan kata "BENARKAH" , karena itu adalah pertanyaan untuk masing masing dari diri kita sendiri . Jadi rasakan saja dulu , kemudian pikirkan baik-baik , gabungkan tiap kata dengan benar dan jangan dipisahkan . Akang sengaja bikin ini agar kita berpikir .
pusaku wrote on Jan 26, '09, edited on Jan 26, '09
Ya udah, aku ngerti kok maksudnya... anyway, thanks sudah comment ke beberapa yang aku comment... berarti ga marah donk sama aku he he he... ya, logikanya si ga bakal marah cuma karena gitu, ... tapi karena aku ga bisa baca pikiran orang ya akhirnya jadi kepikiran... so thanks udah ga marah sama aku ... and maaf bila ada pemahamanku yang kurang tepat, tapi kan lebih baik menyampaikan sebuah pemahaman yang jujur dari lubuk hati meski dengan segala keterbatasannya karena dari situ kita belajar ... ya gitu de... thanks for everything... sekarang aku baik-baik saja... sudah lega... karena sudah baca comment ...
fannybdg wrote on Sep 20, '09
menurutke pribadi hati memang bisa berpikir. namun hati yang dimaksud apa dulu?. heart kalau menurut artinya adalah jantung, namun banyak orang mengartikan hati adalah liver. kalau orang sedang bersedih, terkadang dia akan mengatakan" oh hatiku sakit", terkadang sambil mengelus dada, tidak kah disadari yang diraba adalah jantung yang terletak didada?, dan tahukah bahwa jantung adalah organ yang dapat berpikir dengan kecerdasan nya sendiri, bahkan lebih cerdas dan lebih hebat daripada otak?. inipun saya tahu dari buku karangan Erbe Sentanu, yang berjudul Quantum ikhlas. sehingga saya pun menyetujui comment nya pusaku, bahwa curhat tidak selalu negatif, saya rasa (rasa adalah hati=jantung) tulisan akang pun adalah curahan hati, curahan rasa...yang mengajak kita untuk berpikir.....
Add a Comment